Sunday, January 29, 2017

Pertemuan Antasari - Jokowi, Benarkah Rumor Bulan Februari Akan Terjadi ?

Tags

Apa yang sedang terjadi pada Pak Antasari sepertinya makin menarik dan deg-degan. Saya pernah mengulas tentang Pak Antasari sebelumnya dan kali ini saya akan menambah analisis lainnya.

Sebagaimana diketahui, Antasari dihukum 18 tahun penjara karena dinilai menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Motifnya adalah cinta segitiga Antasari-Rani-Nasrudin. Antasari tidak mau mengakui kalau dirinya dalang pembunuhan Nasrudin. Beliau menyatakan dirinya dituduh dan difitnah hingga masuk penjara karena sepertinya ada konspirasi untuk menjegal dirinya.

Antasari baru akan bebas sepenuhnya pada tahun 2022. Tapi pada tahun 2016, ia diperbolehkan keluar dari penjara. Dan kabar gembira pun bersambut, Jokowi kemudian menerbitkan keputusan pemberian grasi untuk Antasari pada 16 Januari lalu. Kini Antasari sudah bebas dari status narapidana.

Dengan bebasnya Antasari, berarti semua makin jelas karena Antasari sudah dinyatakan tidak bersalah. Kalau Antasari tidak bersalah, berarti ada orang lain yang salah. Kenapa orang lain bersalah tapi Antasari yang disalahkan? Ini mudah ditebak, Antasari adalah mantan ketua KPK pada zaman SBY. Tugas KPK pasti mengusut kasus korupsi.

Kalau Antasari dijegal karena konspirasi, berarti ada seseorang yang tidak ingin kasusnya diusut KPK. Sehingga dibuatlah konspirasi agar kasus ini dihentikan dengan cara menghajar ketuanya hingga tak berkutik. Masuk akal bukan?

Nah sekarang Antasari sudah bebas, permohonan grasi dikabulkan, dan kemarin dia sudah bertemu dengan Jokowi. Apa yang dibicarakan? Ketika ditanya wartawan dia selalu bungkam.

“Sst…!” kata Antasari sambil menempelkan telunjuk di mulutnya.

Dia terus menghindari pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, tapi suara “sst!” dan gestur telunjuk menempel di mulut lebih banyak mendominasi kala menjawab pertanyaan wartawan.

Tanda tanya besar. Antasari diam, tapi itu bukan berarti tidak ada isi pembicaraan antara Jokowi dan Antasari, hanya saja bersifat rahasia. Kalau pembaca membaca ulasan saya mengenai Antasari pada 5 Desember lalu, maka ini menjadi masuk akal. Mengapa?

Satu hal yang membuat saya cukup penasaran adalah apakah ini ada kaitannya dengan bulan Februari nanti. Kalau pembaca tidak tahu ada apa di bulan Februari, saya akan refresh ingatan Anda sedikit.

Syamsuddin, adik dari Nasrudin mengatakan bahwa seluruh percakapan dirinya dengan Antasari di LP Tangerang telah direkam TANPA IZIN alias DIAM-DIAM. Rekaman tersebut, ungkapnya, akan disebarluaskan ke publik jika dalam waktu tiga bulan Antasari tidak juga mengungkapkan kebenaran. Dia juga mengaku ada nama ‘Orang Besar’ yang dimaksud Antasari dalam rekaman tersebut dan akan dibongkar jika Antasari tidak memenuhi janjinya.

Ada nama orang besar, dalang di balik kasus pembunuhan Nasrudin. Rekaman yang bakal mengguncang dunia persilatan.

Tiga bulan berarti batasnya pada February, dan jika rumor itu benar maka sosok orang besar dalam rekaman tersebut akan kita ketahui. Pada titik ini sepertinya Antasari tidak punya pilihan. Mau ngomong atau diam, semua akan terbongkar. Antasari tak punya pilihan selain maju. Rekaman ini, jika benar-benar ada, maka akan menjadi awal mula genderang perang dalam mengusut kasus besar di masa lalu.

Kalau begitu, sebenarnya Antasari sudah tahu siapa dalang yang berkonspirasi menjegal dirinya, hanya saja ada sesuatu yang menahannya. Saya paham Antasari juga harus memikirkan keselamatannya dan keluarga, karena saat keluar dari penjara dia ingin fokus pada keluarga dan sudah merelakan semua yang sudah terjadi.

Mungkin karena rekaman itulah, Antasari ingin bertemu Jokowi sekalian berterima kasih pada Jokowi. Antasari mau tak mau harus bersiap-siap jika rekaman itu benar akan diungkap ke publik.

Dan dari hasil analisis saya, sekali lagi hanya ANALISIS saya, kemungkinan besar Antasari akan dijadikan Kartu As untuk membereskan semuanya (bukan hanya kasus Nasrudin, tapi juga kasus lainnya) dalam sekali sapu.

Mungkin skenarionya begini, Presiden memberi grasi lalu memberi perlindungan dan bantuan keadilan dengan membongkar kembali kasus yang menimpa Antasari dan di sisi lain Antasari membantu pemerintah memberitahu apa yang diketahuinya saat mengusut kasus-kasus di masa lalu pada masa SBY.

Ini namanya simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan yang membuat lawan dan pihak lain yang terlibat jadi meriang ketar ketir. Siapa yang akan ketar-ketir, mari kita tunggu dalam waktu yang tidak lama lagi.

Dalam beberapa hari, Februari akan tiba, kita lihat adegan seperti apa yang akan diperlihatkan pada kita. Rekaman yang diklaim adik Nasrudin, Antasari bebas sepenuhnya, pertemuan Antasari-Jokowi, silent gesture, kasus lama akan dibuka kembali, skandal besar akan terungkap, dan konspirasi pun terungkap semuanya. Ahhh, makin tidak sabar.

Bagaimana menurut Anda?

Rentetan Kematian Usai Diksar Mapala UII

Diklat Tingkat Dasar Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia atau Diksar Mapala UII tahun ini membawa kabar buruk. Diksar bertajuk The Great Camping yang digelar pada 13-20 Januari di lereng Gunung Lawu berakhir dengan tewasnya 3 peserta diksar. Ketiganya meninggal 3 hari berturut-turut setelah berakhirnya acara Diksar.

Mohammad Fadli (19), mahasiswa UII jurusan Teknik Elektro mengembuskan napas terakhirnya di perjalanan menuju RS di hari terakhir Diksar pada Jumat 20 Januari 2017.

Sedangkan, Syaits Asyam (19), mahasiswa jurusan Teknik Industri meninggal satu hari setelahnya pada Sabtu 21 Januari. Esoknya, satu lagi peserta diksar yang menemui ajal, Ilham Nur Padmi (20) mahasiswa jurusan Hukum Internasional UII pada Minggu 22 Januari.


Tiga mahasiswa yang wafat usai mengikuti diksar Mapala UII di Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah diduga disiksa terlebih dulu. Korban diduga dicambuk dengan rotan.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya masih menyelidiki penggunaan alat berupa tali perusik atau rotan yang digunakan untuk mencambuk para korban yang tewas dalam diksar tersebut.

Selain dari kepolisian, pihak kampus UII pun ikut bertindak dengan cepat. Tim internal kampus dibentuk untuk investigasi, tak lama berselang rektor mengeluarkan surat edaran pembekuan seluruh kegiatan Mapala UII. Juga melarang semua panitia diksar terkait untuk berpergian dari wilayah DIY, agar mudah terakses untuk dimintai keterangan dari pihak berwenang.

#Mapalabukanpembunuh ikut meramaikan media online seiring dengan pembekuan lembaga Mapala UII oleh pihak kampus. 

Sunday, January 15, 2017

3 Calon Saling Serang di Debat Cagub DKI, Ira Koesno Yang Menang

Tags

Debat kandidat calon gubernur (cagub) - wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta 2017 putaran pertama, berlangsung menarik. Tiga pasang calon memberikan ide dan gagasan untuk Jakarta lebih baik. Mereka juga terlihat saling serang dalam beberapa isu penting.


Usai acara, beragam tanggapan masyarakat pun berseliweran di lini masa, twitter salah satunya. tangan- tangan kreatif juga membuat meme menarik soal debat yang berlangsung kemarin di Hotel Bidakara tersebut.

Bahkan, pemimpin di salah satu media, sengaja membuat sebuah meme seolah hasil jajak pendapat menyoal siapa yang paling mencuri perhatian pada debat cagub DKI Jakarta tersebut.

Dari hasil jajak pendapat yang tidak diketahui sumber datanya berasal itu, terlihat pasangan Ahok-Djarot unggul dengan perolehan 37%, menyusul pasangan Anies-Uno dengan perolehan 6 %, dan di posisi terakhir ada pasangan Agus-Sylvi dengan perolehan 5 %.

Sementara itu, untuk perolehan tertinggi, ada nama Ira Koesno yang tak lain merupakan moderator dalam debat resmi yang diselenggarakan KPUD DKI tersebut.